Wednesday, 31 August 2016

Kekosongan di Awal Kuliah



Tanggal 1 September saya mulai berkuliah, wah, kedengarannya memang menyenangkan, setelah sekian lama nggak menyentuh bangku pendidikan karena kali terakhir pergi pagi-pulang sore untuk mengais ilmu adalah di bangku SMA, yang otomatis terhenti seusai UN pada bulan April lalu.

Lantas pertanyaannya sekarang adalah siapkah saya untuk belajar lagi?

Rentang waktu antara bulan April hingga kini cukup lumayan lama, dan itu sangat mengenakan karena saya jadi lebih punya banyak waktu kosong. Iya, sih, enak, tetapi meninjau dari apa yang saya kerjakan selama periode libur itu, saya yakin apa yang saya kerjakan nggak berkualitas, atau bisa dikatakan ‘gabut’.

Kala itu kerjaan utama saya hanya makan dan tidur, ya tentunya dengan diselingi ke kamar mandi. Hehehe. Dampak dari aktivitas nggak berbobot itu saat sekarang adalah otak saya secara nggak langsung bilang, “Sudah punya bekal apa buat kuliah?”

Duh, bekal yang saya bawa pastinya otak lha ya. Namun saya butuh lebih dari itu, sesuatu dari intrinsik dan ekstrinsik yang dapat mendorong otak saya mau diajak bekerjasama, yakni motivasi namanya. 

Bila diterjemahkan secara sederhana, motivasi saya berkuliah adalah lulus kuliah tepat waktu. Dah, demikian rapatnya. Tetapi, hal-hal penunjang yang mendorong motivasi saya tersebut tentu banyak. Kalau saya cerminkan semuanya di sini, saya takut dikira motivator. Jadi saya ambil sedikit saja, ya. ‘ke!

Nggak semua orang berkesampatan kuliah. Ada yang memilih untuk bekerja, menikah, atau malah cuman jadi pengangguran. Itu artinya, setiap orang punya jalannya masing-masing. Apapun jalan yang dipilih, syukuri lha itu (terkecuali pengangguran). ‘soy!

Kalau kamu kuliah, jalanilah dengan sangat baik. Ingat! Di mana pun tempat kamu berkuliah, jangan putus asa ketika kamu lagi jatuh atau terpuruk, karena ada banyak orang yang ingin punya kursi yang sama denganmu. Itu artinya, kamu mesti beryukur bisa kuliah, di mana pun itu, tanpa label kampus ternama atau bukan. Toh, sukses atau nggaknya kuliah (atau bahkan hidup) kamu bukan kampus yang menentukan, tapi dirimu sendiri sebagai pengemudinya.

Pelajaran pertama, bersyukur. Sampai sini jangan anggap saya sebagai motivator, ya. Hehehe.

Kemudian kalau kamu kuliah, ingatlah harapan besar orang-orang terdekat yang ada di pundakmu, mulai dari keluarga, teman, pacar, mantan, dan lebih luas lagi adalah bangsa. Jadi saat pagi hari sebelum berangkat kuliah, lekas refleksikan dirimu dengan mempercayai bahwa kamu bisa mengemban harapan-harapan yang disematkan ke dirimu. Jika rutin demikian, insyaAllah hari-hari kuliahmu nggak akan kamu sia-siakan.

Pelajaran kedua, setiap detik kuliahmu adalah penting. Duh, di sebelah sana mulai ada yang mencibir saya karena terkesan menceramahi pembaca. Hehehe. 

Saya rasa dua pelajaran di atas cukup untuk menggambarkan jawab saya terhadap dua pertanyaan: siapkah saya belajar lagi dan sudah punya bekal apa buat kuliah.

Secara rinci, dengan motivasi yang kokoh, saya merasa di awal kuliah nanti saya nggak ‘kosong’. Toh, sepengamatan saya, teman-teman kuliah saya juga atau mungkin saja, sama-sama kosong seperti saya.

Lagipula kalau memang sudah ‘berisi’, perlu apa repot-repot kuliah ‘kan?

Jadi, saya pamit dulu, deh, mau kuliah. Do’kan kita sama-sama sukses, ya.

Dan semoga kita sering bertemu lagi di blog yang udah kusam ini.



(sumber foto: theodysseyonline.com)
Read More

Thursday, 23 June 2016

Perkenalkan, Money Lover, Aplikasi Canggih untuk Masalah Keuanganmu



Saat awal bulan:

“Aku yakin, uang bulanan ini udah lebih dari cukup.”

Saat pertengahan bulan:

“Loh, kok, uang aku tinggal segini? Ini, mah, mana cukup sampai akhir bulan. Duh!”

Sadar atau nggak, kamu pasti pernah mengalami hal di atas. Jika sering, itu pertanda kamu belum mampu mengelola keuanganmu. Padahal, mengelola keuangan itu penting. Because believe it or not, seberapa pun besar uang yang kamu punya, jika kamu nggak mengelolanya, maka uang itu nggak akan bertahan lama. Dan pada akhirnya, kamu akan lebih sering makan mie instan di akhir bulan!

Tapi kini kamu nggak perlu cemas, cuy. Di era serba canggih seperti ini, sudah ada, loh, aplikasi canggih yang dapat membantu masalah keuanganmu. Yap, saatnya berkenalan dengan aplikasi Money Lover. 

Money Lover adalah aplikasi yang berfokus pada masalah keuangan. Aplikasi ini dapat memberi solusi atas masalah keuanganmu dengan fiturnya yang lengkap. Meski fiturnya lengkap, cara penggunaannya tetap user friendly. Tampilan aplikasinya pun keren dan kekinian banget, jadi kamu bakal betah, deh.

Cuman segitu perkenalannya? Belum.

Makanya, yuk, berkenalan dengan Money Lover lebih lanjut!

Bahasa dan mata uang yang beragam.

Saat memakai Money Lover, kamu akan disuguhkan oleh pilihan bahasa dan mata uang internasional yang  beragam. Ada lebih dari 100 mata uang internasional dan 30 bahasa yang tersedia. Dan kabar baiknya, bahasa Indonesia dan mata uang Rupiah tersedia, loh. #KerenHakSegalaBangsa

Itu artinya, kamu nggak perlu susah payah buka-tutup google translate untuk pakai aplikasi ini. Haha. Ya, nggak?

Sinkronisasi ke banyak perangkat.

Punya banyak gadget? Tenang! Money Lover dapat menyinkronkan keuanganmu dalam 4 gadget sekaligus. Jadi, aktivitas keuanganmu akan lebih efektif dan efisien. Nggak perlu pakai repot.



Beri tahu total uang. 


Nominal total uang yang kamu punya adalah nyawa dari segala fitur di Money Lover. Nah, di aplikasi ini, kamu dapat membagi nominal total uangmu tersebut ke dalam dua dompetmu (versi gratis), yakni uang tunai dan rekening bank.

Untuk itu, siap-siap, deh, buka-bukaan soal total uangmu di aplikasi ini.

Oh, soal keamanan? Kamu nggak perlu cemas! Sebab aplikasi ini dapat diproteksi oleh pin—hanya kamu sendiri yang tahu—saat masuk ke aplikasinya.

Transaksimu akan terkontrol. 


“Dua minggu lalu aku beli apa aja, ya? Yah, lupa.” Kalau kamu seperti itu, maka tandanya transaksimu nggak terkontrol. Tetapi lewat Money Lover, transaksimu yang sudah lalu, baik per hari, per minggu, per bulan bahkan per tahun, akan mudah kamu kontrol karena terekam dengan baik. Selain itu, kamu pun dapat membuat rencana transaksi masa depan.

Asyiknya, kamu dapat membuat rincian dari tiap transaksimu di aplikasi ini. Rinciannya meliputi kategori transaksi (makanan, hiburan, dsb), lokasi, bertransaksi untuk siapa dan acara apa, serta kamu dapat meng-attach foto pendukung. Wah, lengkap banget, tuh!

Hutang-piutang dan tagihan akan terselamatkan. 


Kamu pasti pernah dengar petuah ini, “Mencegah lebih baik daripada mengobati.” Nah, petuah ini ternyata cocok, loh, untuk diterapkan pada hutang-piutang dan tagihan. Masa’? Ya, karena kerap hutang-piutang dan tagihan tersendat gara-gara lupa mencegahnya di awal. Nggak mau kayak gitu, ‘kan?

Money Lover menawarkan fitur soal hutang-piutang dan tagihan. Jadi, di fitur ini nanti kamu dapat membuat daftar hitung-piutang dan tagihan mana saja yang bersangkutan dengan keuanganmu. Juga seperti poin sebelumnya, di fitur ini kamu pun bisa membuat rincian per hutang-piutang dan tagihan.

Di samping itu, aplikasi ini sudah ada fitur reminder. Alhasil, hutang-piutang dan tagihanmu akan teringat dan terselamatkan—dari lupa.

Dan segudang fitur lainnya. 


Ada fitur diagram yang melaporkan dan menganalis alur kondisi pemasukan dan pengeluaranmu selama periode tertentu, sehingga kamu dapat mengevaluasi keuanganmu. Ada pula fitur rencana anggaran dan tabungan yang akan buat kamu semakin rajin mendisiplinkan keuanganmu. Pada intinya, ini aplikasi canggih, cuy.

Makanya, untuk kamu yang punya masalah seputar keuangan, dan sedang mencari aplikasi canggih sebagai solusi, Money Lover cocok untuk kamu gunakan—yuk, manfaatkan!


Money Lover dapat diunduh secara gratis di Android, IOS, atau Windows Phone. Jika ingin punya fitur lebih lengkap seperti ekspor transaksi ke Ms.Excel, nggak ada iklan yang mengganggu, buka dompet yang nggak terbatas dan lainnya, maka kamu mesti beli versi premiumnya.

Terakhir, aku ingin kasih tahu satu quote tentang uang:

“Anda harus berkuasa atas uang atau kurangnya uang selamanya akan menguasai anda.”- Dave Ramsey (penulis keuangan).

(Sumber foto: play.google.com).


Read More

Tuesday, 21 June 2016

Tiada Tim di Euro 2016



Barat bahkan satu putaran dunia kini sedang berpesta perang. Tujuan helatnya bukan untuk menajamkan pedang lagi memuncratkan darah korban. Tidak demikian dan serupanya. Karena kali ini perang sudah berganti seragam. Ya, dahulu berlindung jajahan, kini berlindung hiburan.

Hal semacam juga terjadi pada Tim, salah seorang yang ikut andil dalam pesta. Undangan keiikutsertaan ia terima saat jarum waktu dahulu dan kini bertabrakan; melebur menjadi ajakan. Sungguh ia ingin menolak. Sebab Tim tidak ingin berjumpa lagi dengan tangisan. Namun berkat rayuan hiburan, nalurinya mengajak nafsunya untuk berbuat. Tim pun mengiyakan.

Tim hanyalah penonton yang menitipkan asa pada teknologi informasi bernama harapan—menyaksikan dari kejauhan. Ia sama sekali tak tertarik mempijakan kakinya ke inti perang, walau hanya untuk menyicipi debu tanahnya. Duduk di bangku penonton, itulah inginnya dan ia perbuat.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang berharap kuasa euro, tahun ini, Tim hanya ‘kan menghibur diri di pesta. Kali datang ke pesta nanti—di Perancis—Tim sudi memasang muka ‘minta dihibur’. Tak lupa, ia pun meneguhkan tujuannya: aku ingin terhibur!

Pesta akan terselenggara sampai semua ‘tamu-tamu istimewa’ pulang ke kediaman dengan berbagai macam alasan; terlalu banyak mabuk alkohol, kehilangan alat-alat perang, ribut dengan pacar, hingga hal sepele macam lupa memakai celana dalam. Banyak alasanlah pokoknya.

Kini, mari seksama mendengarkan ocehan Tim tentang tamu istimewa:

Aku adalah Tim. Aku tidak istimewa, hanya sebatas angin kosong berasa saja di pesta nanti. Tapi ketahuilah, pesta nanti bukan sembarang pesta, sebab ada tamu istimewa yang akan jadi purnama dan mentari pesta. Mereka dari barat, jumlah ada dua puluh empat, dan mereka semua hebat-hebat!

Mereka—tamu istimewa—punya pasukan dengan segudang senjata dan pemikiran masing-masing. Mereka adalah baik. Sebab itulah mereka diundang dan mengundang aku serta tamu murah lainnya. Mereka adalah tidak baik. Sebab itulah pasukan perang diciptakan dan menciptakan tontonan penghasil kekalahan serta kemenangan. Mereka adalah tamu istimewa.

Soal tempat pesta tidak besar juga tidak kecil. Cukup untuk menampung jiwa dan raga kami. Lagipula, baik tamu istimewa dan murah akan dibagi belah nantinya. Dari dua puluh empat ‘kan menjadi enam tempat dengan masing-masing tempat berisi empat tamu istimewa serta murah. Boleh jadi itulah solusi agar pesta tidak desak.

Di pesta empat tahun lalu, aku berpihak pada salah satu tamu istimewa juga pasukannya. Menyakitkan, itu yang aku rasakan saat berpihak dan tertimpa kekalahan. “Kuasa EURO tahun ini jatuh pada pasukan dari negeri SPANYOL!” Ah, kepastian itulah yang buat aku berlinang air mata—sakit rasanya, pihak pasukanku tidak memegang euro di tahun itu.

Pesta perang yang aku bicarkan sedari tadi bukan hanya sekadar ria, apalagi menggila. Lebih dari itu. Euro, itulah pelabuhan akhir pesta dan yang membuat semuanya sejadi istimewa. Semua—barat hingga satu putaran dunia menginginkan euro. Namun, hanya tamu istimewalah yang berkesempatan meraih euro. Tamu murah bahkan bukan tamu, hanya bisa merasakan dari kejauhan—melalui teknologi bernama harapan.

Barang siapa tamu istimewa yang meraih euro, mereka akan bertegak pada pucuk gunung tertinggi di dunia. Di atas sana, mereka dapat melihat sangat luasnya sekitaran dengan tatapan puas dan syukur. Mereka—peraih euro—sudah jadi tamu istimewa lagi terbaik.

Sekian.

Tahun 2016 ini, pesta perang kembali digelar. Tamu istemewa dan murah sudah memasuki tempat. Itu tanda agar kita segera nikmati pesta secara seksama. Tiada peduli status. Tiada peduli pihak. Tiada peduli kekalahan dan kemenangan. Pesta kali ini hanya soal ketidakpedulian teruntuk puas hiburan, Tim pun demikian.  

(Sumber foto: hdwallpapers.in)

Read More

Wednesday, 15 June 2016

Aku Batang di Dunia


Buangan aku seorang di dunia ini. Sendirian. Tiada jiwa yang menemani atau ditemani—baik maya atau nyata. Riuh pun sebatas riuh di kepala. Tak mau keluar karena dibelenggu oleh rasa kekecutan dan ketakutan yang lebih membubung hebat bersama hembusan napas manusia ini.  Setiap saat seperti itu selalu. Selalu kini.

Jiwa ini kini rasa-rasanya seperti sebatang. Ah, ya, walau aku tahu dunia ini sangatlah luas—baik maya atau nyata—aku tetaplah sebatang dan akan tetap seperti itu. Kecuali ada yang sudi mengecualikan. Hingga batang ini tak jadi sebatang lagi.

“Aku ini temanmu.” Persetan! Benar-benar persetan untuk kalimat yang mengatasnamakan teman! Aku sudah kenyang melahap semua ucapan murah yang tak ada landas dan tujuannya itu di dunia ini. Semua teman—baik maya atau nyata—tak membuatku tumbuh dan menumbuh.

Lebih baik dan sebaiknya aku bertegak sendirian. Skenario dunia memang seperti itu selalu: bertegak sendirian. Aku percaya hal itu dan akan kugunakan sebagai pemberangkatan kini, kalau-kalau aku batu sendirian. Bukankah memang semua perbuatan di dunia ditanggung oleh masing-masing yang berbuat? Oleh dirinya sendiri—berbuat di dunia teruntuk akhirat?

“Kamu tidak bisa bertegak sendirian!” Sial! Diriku selalu merasa sial mendengar angin bernada tersebut! Memang salah bertegak sendirian? Ha? Bukankah jika aku nikmat nanti kamu ‘kan tidak peduli, pun sebaliknya? Lalu apa tidak bisanya? Tolong katakan!

“Dengar! Lubang itu untuk mendengar, maka dengarlah sebentar.” Baiklah, aku coba mendengar supaya kita seimbang, sama-sama penuhi keinginan. Silakan, dan aku mempersilakanmu berbicara. Lubang itu untuk berbicara, maka berbicaralah sebentar!

“Ya, aku akan berbicara sebentar dan kini....” Brengsek dengan bertele-tele! “.... Dengar! Dunia ini dicipta untuk bersama. Juga semua batang demikian, lagi untuk melangkah dan menang—di dunia dan akhirat. Tak perlu merasa sendirian dan mencoba membisai yang tak bisa. Itu percuma lagi bodoh! Dan dengar! Kita semua sama-sama batang dan selalu sama. Maka lekas perbaiki seratmu dan jadilah batang yang mengerti hakikatnya sendiri.”

Buangan aku bersama-sama di dunia ini. Ada jiwa yang menemani dan ditemani—baik maya atau nyata. Juga keriuhan yang menyelimuti kepala dan segala-galanya ini adalah alunan hidup. Ah, jadi biarkanlah hidup ini berjalan mudah pun mati demikian. Batang saja dapat berdiri tegak sendiri atau dan bersama, pun lagi matinya demikian—arti hidup singkatnya macam itu. Setiap saat seperti itu selalu. Selalu kini.


Read More

Sunday, 12 June 2016

Lulus Saring di Sistem Informasi


Ah, sudah lama sekali aku tidak menulis di blog—sarang nyamuk ini. Kini tiba-tiba aku kembali, entah dengan motivasi apa, tak peduli. Sekian lama pergi, lalu aku kembali diiringi oleh janji-janji yang entah tepat.

Kalian boleh memakiku—atas kesalahanku ini. Silakan, aku terbuka untuk itu. Barangkali sambutan dingin itu yang pantas untukku, si, si, dan entah siapalah nama yang pantas untukku. Kalian boleh memanggilku dengan sebutan nama apa saja, terserah, aku terbuka untuk memulai perkenalan baru.

Aku menulis lagi karena dilanda oleh perasaan untuk mencurahkan isi kepala dan segala-galanya ini. Juga rasa-rasanya aku tidak tega meninggalkan blog ini. Kasihan, takut dia gila lalu bunuh diri. Aku tidak mau jadi saksi matinya di akhirat kelak. Jadi aku mencoba memulai lagi—untuk sekiannya.

Sejak setelah UN lalu, aku sampai sekarang masih saja liburan. Jadi penganggur lebih pantasnya—tidak ada aktivitas apa-apa. Kerjaanku sehari-hari hanya tidur, mandi, baca buku, main dan hal-hal sekian. Oh ya, berhubung kali ini puasa, maka aku puasa tentunya.

Kabarku baik, kok, walau kalian tidak bertanya. Aku pun mengalami banyak kejadian beberapa waktu ke belakang. Kejadian terbaik dari lainnya, aku sudah ingin kuliah. Tebak di mana?

Jurusan Sistem Informasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ha, senangnya diriku saat menerima pengumuman kelulusannya tanggal 8 Mei tempo lalu. Rasa-rasanya seperti menang lotre 1 Triliun lalu berbelanja untuk keturunan-keturunanku nanti. Bahagia pokoknya.

Jurusan Sistem Informasi memang aku sudah idamkan saat bulan Februari bila tak salah. Awalnya ini bukan pilihanku. Namun saat merenung dan menelaah diriku kembali, aku cocok dengan jurusan ini.

Soal kampus, kenapa UIN Jakarta? Ehm, aku memilihnya karena dekat dengan rumah tentunya. Walau nanti aku kost, setidaknya akhir pekan aku bisa pulang ke Bekasi. Juga aku ingin memperdalam, atau lebih tepatnya, belajar soal keisalaman—jujur saja, kadar pengetahuan islamku tidak amat tinggi. Haha.

Lulus penyaringan PTN tanpa tes (SNMPTN) tentu menyenangkan sekali bagiku. Aku tidak perlu repot-repot berkutat dengan soal tes masuk yang sulitnya memaafkan. Aku hanya tinggal menjalani serangkain daftar ulang dan tes acuan TOAFL (Arab) serta TOEFL (Inggris) saja—ini untuk UIN—kala tes itu aku bodoh sekali, tidak mengerti apa-apa dan tanpa persiapan.

Teman-temanku juga banyak yang lulus tanpa tes, begitu sebaliknya. Tapi seperti kata temenku, Nigel—entah dia meminjam petuah siapa, “Masih banyak jalan menuju Roma.” Sok bijak memang, tuh, anak. Tetapi memang ada benarnya. Masih banyak jalan menuju impian, kampus khususnya. Rezeki orang memang  tak ada yang tahu.

Ada masih banyak curahan yang ingin aku sampaikan di postingan ini. Namun, segala pakai namun, sekiranya sudah cukup. Lagipula kala ini aku hanya ingin memberi tahu kalian tentang jurusan kuliahku nanti. Itu saja. Tidak lebih.

Oh, lupa, ada lebihnya, postingan ini sekalian memulai cara menulis baruku dari POV ‘gua’ jadi ‘aku’. Haha. Sama saja. Tetapi aku lebih menikmati ‘aku’.

Terima kasih telah membaca blog ini.



Read More

Thursday, 14 April 2016

5 Kepunyaan Wajib Blogger

Menjadi seorang blogger sangatlah menyenangkan. Karena nge-blog tuh gak ribet. Tinggal nulis, terbitin, beres. Namun, nge-blog tetep butuh kepunyaan. Ya dong, sebab ngeboker aja harus punya sampo dan air.

Dan inilah 5 kepunyaan wajib blogger:

1. Otak
Sumber: http://wartakesehatan.com/

Yang pastinya blogger sangat harus punya otak. Kalo blogger gak ada otak, ya gak ada otaknya. Terus kalian gak usah nanya kenapa otak. Sebab, jawabannya ada di otak kalian sendiri. Jadi, paragraf ini gak ada manfaatnya untuk otak kalian.

Ya, terima kasih kembali.

2. Blog
Sumber: http://wartakesehatan.com/

Kalo pengin nge-blog, punya blog menjadi sebuah keharusan. Terkesan memaksa, tapi bikin blog emang gak sesusah menangkap koruptor Indonesia kok. Blogger dan KPK tau hal itu.

3. Laptop

Sumber: http://www.overstock.com/

Nge-blog di smartphone dan komputer sejatinya sama aja dengan di laptop. Namun, laptop lebih fleksibel, wuenak digunakan dan tahan lama, serta tidak menimbulkan efek samping yang berlebihan.

4. Kamera
Sumber: http://pinturamariareis.blogspot.co.id/

Setiap bikin tulisan blog pasti butuh gambar. Ngehasilin gambar dari kamera sendiri lebih baik ketimbang kopas punya orang lain. Ya, jangan mencontoh dari apa yang gua lakukan sekarang ini—ambil dari gugel.

5. Jaringan internet

Sumber: http://marketeers.com/

Internet adalah segalanya saat ini. Tanpa internet, dunia akan sunyi. Gak akan ada lagi tuh endorse Pemutih Daki di Instagram kalo internet punah. Jangan sampe itu terjadi, karena tanpa internet nge-blog pun jadi apa artinya atuh.

Itulah 5 kepunyaan wajib blogger. 

Halo blogger!

Ada yang mau nambahin? 

Silahkan berkomentar di bawah.

Terima kasih telah menatap layar kaca ini. 


Read More

Wednesday, 13 April 2016

Habis Selesai UN? Cobalah Jadi 4 Ahli ini

Liburnya bentar, protes. Liburnya panjang, bosen. Ya, itulah pelajar Indonesia.

Untuk kalian yang baru usai ngelaksanain UN, pastinya akan libur panjang. Nah, agar kalian gak bosen dan stok baygon gak habis, nih, gua punya beberapa kegiatan yang bisa kalian coba untuk ngisi tuh liburan.

Dengan rutin ngelakuin kegiatan di bawah ini selama 1-3 bulan kalian libur, kalian pun berpotensi jadi ahlinya loh.

1. Ahli tidur

Sumber: http://www.vemale.com/
Saat masih punya jam sekolah, tidur kalian paling hanya 5-7 jam. Di saat liburan, kalian bisa mengubah tidur kalian dari cukup jadi udah sangat cukup. Iya dong, kan kalian gak punya aktivitas apa-apa. Jadi tidur lama pun sah.

Bagi kalian yang mau jadi ahli tidur, tidur 7 x 24 jam bisa kalian coba.

2. Ahli mikir

Sumber: http://www.bintang.com/
Anak muda tuh masih labil. Foto berkali-kali tapi cuman satu doang yang diterbitin. Itupun udah melewati tataran aplikasi edit yang dipaksa mati-matian. Pun sama dengan kehidupannya, labil masalah tapi gak tau mesti ngapain. Liburan jadi waktu tepat untuk mikirin tuh masalah kehidupan.

Bagi kalian yang mau jadi ahli mikir, mikirlah hal-hal sulit. Seperti kenapa sih kucing gak bertelur dan ayam tak menggonggong.

3. Ahli bermain

Sumber: http://dafhy.net/
Banyak main tuh seru. Yap, gua sangat setuju. Karena dengan bermainlah kita dapat punya mainan. Nah, saat liburan kalian punya banyak waktu untuk main. Untuk itu, temukanlah permainan kalian. Bebas. Asal jangan bermain dengan anu nya orang lain ya.

Bagi kalian yang mau jadi ahli main, janganlah main-main! Karena setiap kegiatan kita gak ada yang harus dimain-mainin! Apaan sih.... 

4. Ahli ibadah

Sumber: http://darussalam-online.com/
Beribadah kepada sang Pencipta adalah kewajiban semua manusia. Punya banyak waktu kosong saat liburan bisa dimanfaatin guna menambah kualitas dan kuantitas ibadah kalian. Selain bermanfaat, mengisi liburan dengan beribadah termasuk ibadah.

Bagi kalian yang mau jadi ahli ibadah, lakukanlah ibadah sesuai dengan agama masing-masing secara rutin.

Ada yang mau nambahin? Silahkan berkomentar di bawah.

Sebentar.

Ada yang kurang. 


Bagi kalian yang masih belum liburan, silahkan lihat kalender kalian, ada berapa tanggal merah di bulan ini....

Terima kasih telah menatap layar ini.


Read More

Sunday, 27 March 2016

Kenapa Jarang Nge-Blog?

Hah, akhirnya gua bisa nulis kembali di blog ini. Setelah sekian lama gua mengubur diri dan menjauh dari blog, gua pun hadir kembali untuk memberi jawaban atas pertanyaan—yang mungkin gak ditanya oleh kalian—tapi gua akan jawab: Kenapa jarang nge-blog?

Peringatan: Ini bukan peringatan. Silahkan lanjut ke bawah!

Karena males

Sumber: http://forum.suara.com/
Males, gua sedang males nge-blog. Kenapa males? Mungkin karena sibuk, jenuh, gak ada kuota, tapi apapun itu, intinya gua sedang males nge-blog. Kemalesan gua ini juga berkaitan dengan poin nomor 2. Males karena....

Makin konyol


Sumber: http://wowsadis.blogspot.co.id/
Suatu hari gua sedang membaca ulang tulisan gua di blog ini. Dan, saat itu terlintas di benak gua, “Sekonyol inikah gua?” Entah karena faktor umur atau privasi, gua jadi berpikir, kok bisa ya tulisan gua sekonyol ini. Lalu pada akhirnya gua merasa bersalah karena udah ngasih tulisan konyol di blog—yang mungkin bagi sebagian besar orang itu gak bernilai! Alhasil, gua gak pede untuk nge-blog.

Pengin rebranding
Kekonyolan yang ada di brand ‘mraneh’ membuat gua berpikir untuk rebranding nih blog. Rebranding adalah cara membangun ulang sebuah hal, termasuk blog. Nah, proses rebranding sampai sejauh ini belum gua lakukan. Karena sejauh ini gua pengin fokus ke pendidikan dulu. Mungkin setelah UN gua akan memulai rebranding nih blog. Hasilnya, blog ini akan gak terurus hingga usai UN nanti.

Ganti laptop
Beberapa waktu lalu gua baru aja ganti laptop. Sebab laptop lama gua udah butut habis. Pergantian inilah, yang mungkin, atau sama sekali gak ada hubungannya, jadi alasan kenapa gua jarang nge-blog. Ah, ini hanya alasan kecil.

Mempersiapkan diri
Gua sebentar lagi akan lulus SMA. Setelah lulus SMA, kehidupan gua akan naik satu tingkat ke 25% orangtua dan 75% diri sendiri. Dilihat dari persentasenya, gua harus mempersiapkan diri. Hal apapun yang bisa bikin diri gua siap, gua akan tekuni. Ya, termasuk dengan membaca banyak bacaan seputar kehidupan, keuangan, masa depan dll. Ehm, semoga gua beruntung!


...


Jangan beranjak dari blog ini, karena setelah UN nanti mraneh akan sering nge-blog lagi. Tentu dengan perubahan di sana-sini. Dan untuk sekian kalinya, gua mengucapkan terima kasih atas apresiasinya selama ini.

Sampai jumpa! 


Read More